Demikian beberapa rekan guru menilai Titin Hartini. Tidak berlebihan memang, jika label tersebut ditempelkan pada perempuan Sunda kelahiran Cirebon 35 tahun lalu.
Berjuang lepas dari jerat narkoba yang membiusnya selama 7 tahun, keingintahuannya menemukan kebenaran dalam diri “Nabi Isa”, yang akhirnya berkenan menganugerahkan iman kepadanya ketika dia berjuang sebagai TKW di negeri Jiran Malaysia, semangat belajarnya untuk mendapatkan gelar Sarjana Teologi dan kerja kerasnya memberikan bimbingan belajar kepada siswa Sekolah Dasar dan mebuka kelas PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) bagi anak-anak Balita, menjadi bukti kebenaran label tersebut. Sejak 3 tahun lalu Ibu Tini -demikian dia biasa dipanggil-, melayani bersama Yayasan MIKA sebagai Koordinator Taman Bacaan MIKA di Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Sebuah desa yang terletak di jalur Internasional Pontianak - Khucing (Malaysia). Doakan beberapa program yang saat ini tengah dikerjakan dengan dukungan penuh Bapak Arosokhi Laoli, sang suami yang adalah gembala Gereja Persekutuan Pemberita Injil Kristus (PPIK). Kiranya keuletan dalam mengembangkan pelayanan yang Tuhan percayakan kepadanya menjadi teladan bagi setiap kita untuk tidak mudah kecewa dan patah dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan yang pasti ada.