Walter Lin mengatakan: “Sungguh menakjubkan hidup ini. Betapa banyak yang bisa Anda lakukan jika Anda mau, dan betapa sedikitnya yang sanggup Anda lakukan jika Anda tidak mau”. Oliver Goldmith juga mengatakan: ”Kemenangan yang paling agung bukan karena tidak pernah jatuh, tetapi ketika kita berani bangkit dari kegagalan.” Kedua pernyataan tersebut telah memotivasi saya untuk terus berjuang.
Saya, Clara Pratiwi Soni, seorang yang mudah putus asa, sampai pada satu titik, saya diperhadapkan dengan lingkungan Sekolah Kristen Makedonia. Desa Anik, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak adalah tempat saya lahir, 25 Agustus 1990 dan dibesarkan. Sampai lulus SMP saya belajar di salah satu sekolah Kristen di Kabupaten Landak. Saat ini saya duduk di bangku kelas XII IPS. Sejak awal saya tahu, bukanlah hal yang mudah bagi saya untuk belajar di Makedonia.
Suatu waktu saya merasa bahwa saya tidak mungkin bisa mengukir prestasi, karena saingan yang banyak dan berat. Semakin hari saya semakin tidak yakin dengan kemampuan saya. Mungkinkah bakat saya bermain musik, basket dan volley akan menolong? Apa guna semuanya kalau saya tetap tidak mampu berprestasi dalam pelajaran? Kelas X merupakan masa tersulit bagi saya, tidak ada satu prestasi pun saya raih. Hal ini membuat saya makin merasa rendah diri. Satu tekad saya, paling tidak saya harus naik kelas.
Puji Tuhan! Melalui doa dan dorongan keluarga, guru dan teman-teman akhirnya saya bisa naik ke kelas XI, bahkan pada semester I saya mampu menduduki peringkat ke-3, kemudian saya dipercaya untuk mengikuti lomba olimpiade tingkat Kabupaten untuk mata pelajaran Ekonomi dan oleh pertolongan Tuhan saya dapat meraih juara ke-2. Sungguh, saya tidak pernah bermimpi meraih prestasi ini. Saya sangat senang dan bersyukur, bisa memberikan sesuatu yang membanggakan sekolah.
Harus saya akui, saya diubahkan di sekolah ini, baik tingkah laku, kedisiplinan, terlebih pola pikir saya. Dulu saya tidak pernah berpikir bahwa guru sangat mempedulikan kemajuan muridnya, tetapi di sekolah ini, saya rasakan semua guru berusaha untuk memberikan semangat kepada murid-muridnya. Yayasan MIKA pun selalu memperhatian proses belajar mengajar, jika ada yang berprestasi, Yayasan selalu memberikan penghargaan, tentu saja hal ini semakin memacu kami untuk terus belajar.
Di Kabupaten Landak ini ada satu hal yang sulit saya dapatkan, yaitu sarana mempraktekkan bahasa Inggris, tetapi sekolah Makedonia telah memberikannya kepada saya. Saya senang punya kesempatan untuk berbicara dalam bahasa Inggris dengan native speaker, yang sering datang berkunjung. Hal ini mendorong saya dan teman-teman untuk terus belajar menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan.
Saya merasa, di Makedonia saya benar-benar ditempa dan dibentuk menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, disiplin, dan berkarakter terpuji. Jauh lebih baik dari pribadi saya sebelumnya. Jika diungkapkan satu persatu, rasanya terlalu banyak proses pembentukan yang telah saya alami selama 2 tahun di Makedonia. Satu hal yang saya pelajari, dukungan doa, kasih sayang, dan pengajaran yang baik dari keluarga, guru dan teman sangat menolong seseorang untuk menumbuhkan semangat juang mencapai hasil terbaik. (lala)