Saya, Anselmus Doni, lahir 11 April 1986 di desa Jangkang, satu desa terpencil di pedalaman Sanggau, Kalimantan Barat. Lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat sederhana, membentuk saya menjadi pribadi yang minder, mudah putus asa dan suka menggerutu. Orang tua saya selalu memberi semangat agar saya sabar dan terus berdoa, tetapi betapa sulitnya nasihat itu saya praktekkan.
Kondisi keluarga yang demikian membuat saya tidak betah tinggal di rumah dan lebih suka keluar malam untuk berkumpul dengan “teman-teman yang tidak benar”. Dan saya pun terus tumbuh menjadi pribadi yang mudah tersinggung dan emosional, bahkan terhadap adik-adik saya. Karena sikap dan prilaku saya tersebut maka prestasi saya di sekolah pun terus menurun dan ini membuat saya semakin depresi,
Puji Tuhan, lulus SMP saya mendaftar di SMA Kristen Makedonia. Setelah melalui serangkaian tes, saya pun dinyatakan lulus dan berhak menduduki salah satu bangku SMA Kristen Makedonia. Wah, betapa senangnya hati saya. Karena system sekolah berasrama, saya tidak lagi dapat keluar malam. Lebih dari itu, dengan bimbingan para guru, rasa percaya diri saya pun tumbuh, tidak mudah putus asa bahkan saya menjadi sangat rindu untuk berkumpul dengan keluarga, memahami kondisi mereka dan ada kerinduan juga untuk selalu dekat dengan Tuhan. Di SKM saya juga belajar untuk berdisiplin, karena KFC (Knowledge, Faith and Character) lah makanan kami setiap hari.
Pada semester awal saya sempat give up ingin pindah sekolah, karena saya tidak bisa memiliki prestasi apapun di SKM. Syukur kepada Tuhan yang telah menempatkan saya sekolah di SKM. Terima kasih untuk guru-guru yang telah menumbuhkan rasa percaya diri saya, sekaligus mengingatkan saya untuk terus bergantung kepada Tuhan, karena without God we are nothing . Di kelas dua prestasi saya mulai nampak, paling tidak bisa menduduki peringkat ke-4. Naik ke kelas 3 semangat saya untuk meningkatkan prestasi makin kuat, karena saya bermimpi untuk bisa melanjutkan studi di luar pulau Kalimantan. Mimpi ini bermula dari cita-cita saya untuk menjadi guru yang berkualitas, karena saya rindu untuk membangun pendidikan yang bermutu di kampung saya.
Puji Tuhan saya lulus dengan nilai memuaskan dan berkesempatan untuk mengikuti test program bea siswa Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk Fakultas Ilmu Pendidikan (teachers Collage). Bersama 4 teman lain dari SKM, saya lulus dalam tes tersebut, tetapi salah satu teman kami lebih memilih melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Tanjung Pura Pontianak. Kebahagiaan saya makin melimpah, karena ternyata keberhasilan saya menembus UPH telah menjadi penyemangat adik-adik saya untuk makin tekun belajar.
Jurusan yang saya ambil di Fakultas Ilmu pendidikan UPH adalah Matematika Fisika. Meski teman-teman kuliah saya berasal dari berbagai suku yang berbeda, tetapi kami sudah dapat saling menyesuaikan diri dan bekerjasama. Mata kuliah Foundation of Christian Education makin memantapkan saya untuk menggeluti dunia pendidikan, mengingat betapa pentingkan menerapkan dasar pendidikan Kristen kepada setiap siswa.
Kepada seluruh Mitra MIKA, terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan bagi berlangsungnya proses pendidikan di SKM. Doakan kami, para alumni SKM, agar dapat terus memacu diri mewujudkan cita-cita bersama, membangun pendidikan yang berkualitas, yang dilandasi oleh iman yang kokoh kepada Kristus. (doni)